Ruang - Ruang Pembelajaran : Selalu ada bagian -bagian tersembunyi dari hidup. bagian yang hadir untuk menggenapkan
Tak ada yang sia-sia bagi para pembelajar sejati. Setiap kejadian selalu menghadirkan makna yang rugi jika tak dipetik. Penyelesaian, keberhasilan, bukanlah semata sebuah kebanggaan. Bangga, tentu. Tapi rasa bangga acapkali tak membuat maju. Kecuali jika ditelisik lebih dalam maknanya. Bagi para pembelajar, keberhasilan adalah penanda bahwa apa yang telah dilakukan adalah sesuatu yang tepat, dan karenanya layak tuk dilanjutkan.
Namun menikmati keberhasilan acapkali lebih mudah daripada kegagalan, inilah pembeda para pembelajar daripada yang lain. Para pembelajar, begitu cerdas menelisik sesuatu yang disebut sebagai kegagalan, dan selalu meyakini bahwa ada banyak hikmah yang menanti untuk dinikmati. Sebab kegagalan, memang adalah penanda bahwa apa yang telah dijalani tak tepat, dan karenanya mesti segera dipelajari tuk menemuukan jalan yang baru. Dititik inilah kelenturan perasaan diuji. Begitu sering, kita terjebak pada merasa gagal semata, hingga abai pada beragam tanda-tanda begitu saja. Padahal bangunan keberhasilan, hanya berdiri diatas kumpulan kegagalan. Maka nikmatilah hidup para pembelajar. Berhasil dan gagalnya adalah serupa saja. Pada keberhasilan tak terlalu bangga. Pada kegagalan, tak berlama sengsara. Ya, sebab dalam keduanya ada kerja besar yang menunggu untuk diselesaikan, menuai hikmah, merapikan pembelajaran, tuk digunakan kemudian..
Awal dan Akhir suatu perjalanan mustahil diungkapkan, tetapi begitu melangkah, tak ada kekuatan dari luar yang dapat menghentikan.
"Setiap langkah adalah doa".
Di dalamnya ada yang berlalu dan yang baru, namun yang lalu adalah baru dan yang baru segera berlalu, dengan Waktu sebagai Sang Penentu. Didalam waktu, semua datang untuk pergi dan yang pergi akan hadir lagi dalam bungkus lain.
Semuanya menyertai perjalanan sampai di penghujung, entah di mana, karena bukan itu tujuannya. Proses berjalan adalah yang lebih penting.
Meski demikian, terjumpai stasi demi stasi untuk mengambil napas, pemberhentian untuk melihat kembali tapak demi tapak yang menyilam dan menatapnya dalam-dalam. Kemudian, kulanjutkan pejalanan.